Kamis, 24 Juni 2021

Reductio Ad Absurdum

Reductio Ad Absurdum

Reductio ad Absurdum (bahasa latin untuk “Reduction to the Absurd”) adalah jenis argumen logis di mana seseorang mengasumsikan klaim demi argumen, memperoleh hasil yang absurd atau konyol, dan kemudian menyimpulkan asumsi awal pasti salah, seperti itu menyebabkan hasil yang tidak masuk akal. Salah satu jenis argumen yang digunakan oleh ahli retorika dan filosofi dan juga digunakan oleh sangat baik oleh Yesus Kristus.[1]

Berdebat
Orang Berdebat
© Foto Oleh Gerd Altmann dari Pixabay / Konsultan
 

Appeal to Extremes (Mengacu kepada titik Ekstrim)

Appeal to Extremes (Mengacu kepada titik Ekstrim)

Nama lain : [Penyalahgunaan] reductio ad absurdum, [bentuk lain] cacat logika leren licin.[1]

Parasut
Ilustrasi Kegiatan Ekstrim
© Foto Oleh pasja1000 dari Pixabay / Parasut
 
Appeal to Emotions or pity (Mengacu kepada Perasaan)

Appeal to Emotions or pity (Mengacu kepada Perasaan)

(Nama lain : Memainkan perasaan, daya tarik emosi, untuk anak-anak,[1] appeal to pathos, argument by vehemence, playing on emotions, emotional appeal, for the children)[2]

Ilustrasi Berpikir
Ilustrasi Berpikir
© Foto Oleh Free-Photos dari Pixabay / Ilustrasi
 

Appeal to Authority (Mengacu kepada Pihak Berwenang)

Appeal to Authority (Mengacu kepada Pihak Berwenang)

Mendasarkan argumen pada pendapat orang yang berpengaruh atau mempunyai otoritas.[1]

Berpikir
Berpikir Secara Kritis
© Foto Oleh dadaworks dari Pixabay / Ragu-Ragu
 
Appeal to Anger (Mengacu Kepada Amarah)

Appeal to Anger (Mengacu Kepada Amarah)

Nama lain : merujuk kepada kedengkian, [bentuk dari] argumentum od adium, merujuk kepada kebencian, mengacu kepada ketidaksukaan, mengacu kepada kegusaran).[1] (also known as: appeal to hatred, loathing, appeal to outrage, etc.).[2]

Berpikir Kristis
Berpikir Kritis
© Foto Oleh athree23 dari Pixabay / Berpikir 
 

Fallacy dari Empat Istilah (Fallacy of Four Terms)

Fallacy dari Empat Istilah (Fallacy of Four Terms)

Kekeliruan berpikir karena menggunakan empat term dalam silogisme. Ini terjadi karena term penengah diartikan ganda, sedangkan dalam patokan diharusnya hanya terdiri dari tiga term.[1]

Ilustrasi Berpikir
Ilustrasi Berpikir
© Foto Oleh Alexas_Fotos dari Pixabay / Ilustrasi

Sabtu, 12 Juni 2021

Circular Reason dan Red Herring

Circular Reason dan Red Herring

Circular Reason : Argumen yang Berputar

    Kekeliruan berpikir karena menarik konklusi dari satu premis kemudian konklusi tersebut dijadikan sebagai premis sedangkan premis semula dijadikan konklusi berikutnya.[1]

Ragu
Ilustrasi orang Bingung
© dadaworks dari Pixabay / Ragu