Jumat, 06 Agustus 2021

Kepentingan Sekolah Kristen

Kepentingan Sekolah Kristen

Sejalan dengan bergantinya tahun dan bergantinya keadaan, tumbuh keyakinan dalam diri kita bahwa kita sangat memerlukan sekolah Kristen. Sekolah Kristen telah menjadi sumber anugerah yang tak ternilai bagi orang-orang Reformed. Dimana sekolah ini menjadi pembentuk dasar yang sangat penting. Orang Kristen sering mengucapkan selamat kepada kita atas kepemilikan sekolah ini, serta menggambarkan sekolah ini sebagai salah satu pilar utama dari gereja kita. Sehingga kita harus menjaga, melanjutkan, dan mengembangkannya.[1]

Ruang Kelas
Ruang Kelas
© Foto Oleh Wokandapix dari Pixabay / Ruang Kelas
 

Pendidikan Kristen dan Penginjilan

Pendidikan Kristen dan Penginjilan

Setelah kita membahas Pendidikan Kristen dan Kepentingan Bermisi, kita juga akan melanjutkan di dalam pembahasan Pendidikan Kristen dan Penginjilan. Dan kali ini lebih bersifat implikasi praktis dari Mandat Amanat Agung itu.

Gereja
Gereja memiliki Tugas dalam Pendidikan Kristen
© Foto oleh Pete Linforth dari Pixabay / Gereja
 

Kamis, 05 Agustus 2021

Pendidikan Kristen dan Kepentingan Bermisi

Pendidikan Kristen dan Kepentingan Bermisi

Ketika kita memahami Pendidikan Kristen, Setidaknya kita punya dua pengertian penting di dalam Pendidikan Kristen ini, antara lain :

  1. Pendidikan yang Berpusatkan Kepada Allah dan berlawanan dengan antitesis filsafat pendidikan Dunia.[1]
  2. Pendidikan yang membawa mereka keluar daripada yang jahat kepada terang Allah yang ajaib, kepada kehidupan yang kekal di dalam Yesus Kristus.[2]

Buku Pendidikan
Buku Pendidikan
© Foto Oleh lil_foot_ dari Pixabay / Pendidikan
 

Kamis, 08 Juli 2021

Implementasi Pendidikan Kristen CFRC di Sekolah

Implementasi Pendidikan Kristen CFRC di Sekolah

Alkitab adalah Firman Allah karena seluruh bagiannya telah diwahyukan dan diinspirasikan oleh Allah. Bahwa Gereja harus selalu memegang pendapat bahwa Alkitab adalah Firman Allah. Otoritas Alkitab adalah suatu fakta yang obyektif dan permanen yang terletak pada kualitas inspirasi.[1]

Alkitab Firman Allah
Alkitab adalah Firman Allah
© Foto Oleh StockSnap dari Pixabay / Alkitab
 

Narasi Alkitab dalam Pendidikan Kristen

Narasi Alkitab dalam Pendidikan Kristen

Pentingnya Pendidikan Kristen dapat dilihat dari pengajaran Alkitab. Alkitab adalah Firman Tuhan itu sendiri. Alkitab adalah Firman Allah karena seluruh bagiannya telah diwahyukan dan diinspirasikan oleh Allah. Bahwa Gereja harus selalu memegang pendapat bahwa Alkitab adalah Firman Allah.  Otoritas Alkitab adalah suatu fakta yang obyektif dan permanen yang terletak pada kualitas inspirasi.[1]

Alkitab
Alkitab
© Foto oleh James Nichols dari Pixabay / Alkitab
 
Fondasi-Fondasi dalam Pendidikan Kristen Menurut Robert W. Pazmino

Fondasi-Fondasi dalam Pendidikan Kristen Menurut Robert W. Pazmino

Pendidikan Kristen adalah pendidikan yang berpusatkan kepada Allah. Pendidikan Kristen adalah pendidikan yang berpusatkan kepada Allah.[1] Pendidikan Kristen adalah pendidikan yang memimpin keluar orang dari kegelapan dosa. Kita harus berusaha untuk membawa orang keluar dari kematian, keluar dari belenggu dosa, kepada terang Allah yang ajaib, kepada kehidupan yang kekal di dalam Yesus Kristus. Sehingga nilai dari pendidikan Kristen adalah nilai yang surgawi.[2]

Alkitab
Ilustrasi Alkitab
©Foto Oleh Free-Photos dari Pixabay Alkitab
 
Dasar dan Tujuan Pendidikan Kristen

Dasar dan Tujuan Pendidikan Kristen

Pendidikan Kristen adalah pendidikan yang berpusatkan kepada Allah. Pendidikan Kristen adalah pendidikan yang berpusatkan kepada Allah. Pendidikan filsafat modern sangat menghina Allah, khususnya juruselamat kita yakni Kristus. Sehingga para pendidik Kristen adalah melawan pendidik-pendidik yang tanpa antitesis dan bersikap antitesis terhadap mereka yang menghina Tuhan dan Juruselamat.[1]

Firman Tuhan
Belajar Firman Allah
©Foto oleh Free-Photos dari Pixabay / Alkitab

Pendidikan Kristen adalah pendidikan yang memimpin keluar orang dari kegelapan dosa. Kita harus berusaha untuk membawa orang keluar dari kematian, keluar dari belenggu dosa, kepada terang Allah yang ajaib, kepada kehidupan yang kekal di dalam Yesus Kristus. Sehingga nilai dari pendidikan Kristen adalah nilai yang surgawi.[2]


Dasar Pendidikan Kristen

Pentingnya Pendidikan Kristen dapat dilihat dari pengajaran Alkitab. Alkitab adalah Firman Tuhan itu sendiri. Alkitab adalah Firman Allah karena seluruh bagiannya telah diwahyukan dan diinspirasikan oleh Allah. Bahwa Gereja harus selalu memegang pendapat bahwa Alkitab adalah Firman Allah.  Otoritas Alkitab adalah suatu fakta yang obyektif dan permanen yang terletak pada kualitas inspirasi.[3]


Alkitab adalah pendoman dalam memikirkan, merencanakan, dan mengelola program-program pengajaran Pendidikan Kristen. Segala tulisan dalam Alkitab diilhamkan Allah (Yun. Theopneustos; Ing. God-breathed) sehingga tentunya berguna untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran (Band. 2 Tim. 3:16,17).[4]


Tujuan dari Pendidikan

Berikut beberapa tujuan dari pendidikan agama Kristen :

Tujuan dari pendidikan Kristen adalah “Jadikanlah semua bangsa murid-Ku.” Dimana kita berusaha membawa orang keluar dari kegelapan kepada terang dari Tuhan yang ajaib. Dan kita berusaha dengan segala daya upaya yang diberikan Tuhan kepada kita dengan berkat dari Roh Kudus untuk boleh memimpin orang-orang yang baru lahir baru menjadi murid Tuhan.[5]


Tujuan dari pendidikan Kristen adalah penegasan tentang Allah melalui Kristus di dalam Alkitab. Pendidikan Kristen dengan baik menjelaskan kabar baik tentang kasih Allah di dalam Kristus ini dalam cara begitu rupa sehingga mereka yang lahir di dalam iman ini akan mengenal Kristus dalam hidup mereka sendiri. Pendidikan Kristen menolong orang dalam hubungan mereka supaya berkembang dengan Allah di dalam Kristus sehingga mereka hidup dan memuliakan Dia.[6]


Tujuan dari pendidikan Kristen dalam konteks gereja melalui gereja mengemukakan bahwa tujuan pendidikan pendidikan Kristen hanya dapat dipahami jika terlebih dahulu kita memahami tujuan Gereja. Dalam hal ini, dasar pemikiran tentang gereja adalah organisme yang hidup. Pendidikan Kristen bukan hanya bertujuan untuk sekadar memiliki penguasaan pengetahuan atau kebiasaan tertentu. Sebagaimana halnya tujuan gereja adalah mencapai keserupaan dengan Kristus, Pendidikan Kristen hendaknya diarahkan bagi pencapaian transformasi secara progresif sehingga keserupaan dengan Allah dalam sifat, nilai, motif, dan sikap serta pemahaman bisa terwujud.[7]


Tujuan Pendidikan Kristen erat kaitannya dengan lima tugas utama gereja, yaitu : proclamation (kerygma), community formation (koinonia), service (diakonia), advocacy (prophetia), dan worship (liturgia). Dengan mengkaitkan dengan keterkaitan dengan tugas gereja, maka tujuan pendidikan Kristen adalah untuk menyampaikan kebenaran Kristen dan mengkaitkannya dengan kehidupan orang percaya.[8]



Referensi :

Cornelius van Til dan Louis Berkhof,  Dasar Pendidikan Kristen, (Surabaya : Momentum, 2018), 15

Ferry Yang,  Pendidikan Kristen, (Surabaya: Momentum, 2021), 15, 37

Iris V. Cully,  Dinamika Pendidikan Kristen, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2019), 16-17

Junihot Simanjuntak,  Filsafat Pendidikan dan Pendidikan Kristen, (Yogyakarta : Penerbit Andi, 2017), 117, 126 - 127

Muriwali Yanto Matalu, Dogmatika Kristen, (Malang :Gerakan Kebangunan Kristen Reformed, 2017), 127


---

[1] Cornelius van Til dan Louis Berkhof,  Dasar Pendidikan Kristen, (Surabaya : Momentum, 2018), 15

[2] Ferry Yang,  Pendidikan Kristen, (Surabaya: Momentum, 2021), 15

[3] Muriwali Yanto Matalu, Dogmatika Kristen, (Malang :Gerakan Kebangunan Kristen Reformed, 2017), 127

[4] Junihot Simanjuntak,  Filsafat Pendidikan dan Pendidikan Kristen, (Yogyakarta : Penerbit Andi, 2017), 117

[5] Ferry Yang,  Pendidikan Kristen, (Surabaya: Momentum, 2021), 37

[6] Iris V. Cully,  Dinamika Pendidikan Kristen, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2019), 16-17

[7] Junihot Simanjuntak,  Filsafat Pendidikan dan Pendidikan Kristen, (Yogyakarta : Penerbit Andi, 2017), 126

[8] Ibid, 127

Sentralitas Alkitab di dalam Pendidikan Kristen

Sentralitas Alkitab di dalam Pendidikan Kristen

Sebagian besar pendidikan di dalam dunia ini sendiri, baik itu di dalam dunia filsafat dan dunia sekuler. Mereka lebih mempresuposisikan filsafat jauh lebih tinggi daripada Alkitab. Namun hal ini sangat berbeda dengan pendidikan Kristen. Pendidikan Kristen berdasarkan Alkitab itu sendiri, sedangkan pendidikan lainnya berdasarkan filsafat. Dimana Filsafat sendiri berguna untuk mewujudkan cita-cita pendidikan yang diharapkan.[1]

Alkitab
Alkitab
© StockSnap dari Pixabay / Alkitab
 

Kamis, 08 April 2021

Tokoh-Tokoh Filsafat Pendidikan Kristen Part 3

Tokoh-Tokoh Filsafat Pendidikan Kristen Part 3

        Filsafat Pendidikan Kristen bersumber dari Firman Tuhan dan dipertegas oleh ajaran-ajaran Rasul Paulus dalam Alkitab, Agustinus, Thomas Aquinas, serta tokoh-tokoh reformasi seperti John Calvin dan tokoh kristen lainnya. Berikut tokoh-tokoh yang penting dalam pendidikan Agama Kristen Part 3.

1. Frank Elly Gaebelein (1899 – 1984) 

google.com

        Frank Elly Gaebelein adalah seorang penginjil Amerika, pendidik, dan penulis. Gaebelein adalah kepala sekolah dan juga pendiri Sekolah Stony Brook di Long Island, New York. Ia telah menulis lebih dari dua puluh buku pendidikan Kristen yang sering ditunjuk dalam pemahaman filsafat dan praksis pendidikan Kristen. Fokus pengajarannya adalah pendidikan harus memiliki kualitas formal yang baik, dan keunggulan akademik di bawah otoritas Alkitab.

2. Lois E. LeBar (1907 – 1998) 

biola.edu

        Lois E. LeBar adalah profesor pendidikan Kristen di Wheaton College dari 1945 – 1975. LeBar dikenal sebagai seorang pendidik yang tegas, khususnya dalam filosofi pendidikan Kristen dan desain kurikulum. LeBar paling dikenal untuk karya tulisnya Education that is Christian yang ditulis pada 1958, sebuah buku filsafat dan pelayanan pendidikan yang menekankan pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan kurikulum. Fokus pengajarannya adalah spirit Kristen dalam pendidikan formal dapat membangun dari guru Kristen yang inspiratif. Pengajaran pendidikan Kristen harus peka akan kebutuhan murid-muridnya.

3. Lawrence O. Richards (1931 - 2016) 

goodreads.com

    Lawrence O. Richards adalah penulis pendidikan Kristen paling produktif dan menonjol di kalangan Kristen injili pada paruh terakhir abad kedua puluh. Ia telah menulis banyak karya besar dalam pelayanan pendidikan Kristen, pembaruan gereja, pelayanan pendidikan Anak (metode Hook-Book-Look-Took), pelayanan pemuda, kepemimpinan Kristen, pelayanan kaum awam, kelompok kecil, spiritualitas, dan pengajaran Alkitab. 

4. Alvin Carl Plantinga (b. 1952) 

berkleycenter.georgetown.edu

        Alvin Carl Plantinga adalah seorang filsuf analitis Amerika, profesor filsafat Emeritus John A. O’Brien di University of Notre Dame dan Ketua jurusan Filsafat di Calvin College. Plantinga secara luas dikenal untuk karyanya dalam filsafat apologetika agama, epistemologi, metafisika, dan Kristen. Ia penulis banyak buku, temasuk God and Other minds (1967), The Nature of Necessity (1974), dan serial “surat perintah” dalam Warranted Christian Belief (2000).

5. Gene A Getz (b. 1932) 

clydehurst.com

        Gene A Getz adalah profesor seminari, penulis, dan pendeta yang berhasil mengintegrasikan filsafat Kristen dan pembaruan dalam pengaturan gereja lokal. Getz dikenal karena karya tulisnya, Sharpening the Focus of the Church yang diterbitkan pada 1974. Getz adalah penulis yang produktif dan banyak bukunya yang berfokus kepada pengembangan pemimpin gereja lokal dan kepemimpinan berkarakter Kristen. Fokus pengajarannya menyatakan bahwa pendidikan harus mengembangkan iman gereja lokal (baik formal maupun nonformal), penginjilan, dan peneguhan yang kuat dalam pengajaran Kristen. 

6. Harro von Brummelen 

lenecrologue.com

        Ia adalah ahli Kurikulum pendidikan Kristen dan profesor Trinity Western University, Canada. Brummelen mengimplementasikan kurikulum pendidikan Kristen dan pengembangan program terutama kurikulum pendidikan Kristen, termasuk dinamika perkembangan dan kepemimpinan pendidikan untuk perubahan, agama, spiritualitas, dan nilai-nilai di sekolah. Karya utamanya :Walking with God in the Classroom, Christian Approaches to Learning and Teaching, and Stepping Stones Curriculum.








Tokoh-Tokoh Filsafat Pendidikan Kristen Part 2

Tokoh-Tokoh Filsafat Pendidikan Kristen Part 2

Filsafat Pendidikan Kristen bersumber dari Firman Tuhan dan dipertegas oleh ajaran-ajaran Rasul Paulus dalam Alkitab, Agustinus, Thomas Aquinas, serta tokoh-tokoh reformasi seperti John Calvin dan tokoh kristen lainnya. Berikut tokoh-tokoh yang penting dalam pendidikan Agama Kristen Part 2.

1. John Gresham Machen (1881 -1937) 

Amazon.com

        J. Gresham Machen lahir di Baltimore pada 1881. Pernah belajar di Universitas John Hopkins, Princeton Theological Seminary, Universitas Marburg dan Gottingen. Machen memperjuangkan teologi Penginjilan yang lebih fundamental untuk melawan berkembangnya teologi liberal dan kemunafikan para menteri yang berasal dari kalangan Prebyterian. Jika ia menjadi menteri akan menegakkan otoritas ilahi dari firman Allah dalam Kitab Suci. 

2. James Orr (1844 - 1913) 

en.wikipedia.org

        James Orr adalah seorang penginjil Prebyterian yang berasal dari Skotlandia, professor sejarah gereja dan teologi Kristen. James Orr adalah pembela doktrin penginjilan fundamental yang sangat berpengaruh dan menuliskan buku The Fundamentals. Kuliah dan tulisan-tulisannya menguatkan doktrin kelahiran Yesus dari perawan Maria, kebangkitan Yesus, dan infalibilitas Alkitab. Orr menganjurkan suatu pandangan yang berpengaruh, yaitu theistic evolution atau yang sekarang disebut dengan progressive creationism.

3. Louis Berkhof (1873 - 1957) 

banneroftruth.org

    
Louis Berkhof adalah seorang theolog sistematik reformasi yang menulis buku teks yang berpengaruh dalam seminari dan perguruan tinggi Alkitab di Amerika Serikat dan Kanada. Karya utamanya adalah Systematic Theology (1932) yang menjadi buku klasik dalam pengajaran doktrin di berbagai sekolah theologi di seluruh dunia dan Sejarah Doktrin Kristen (1937). 

4. Cornelius van Til (1895 – 1987) 

google.com

        Van til adalah filsuf Kristen asal Belanda, teolog reformed, dan apologis Kristen. Van Til belajar teologi di bawah arahan langsung Louis Berkhof di Calvin Theological Seminary. Ia mengajar di Princeton Seminary selama 43 tahun hidupnya. Van til mengajarkan apologetika dan teologi sistematis sampai pensiun pada 1972 dan sesekali mengajar sampai 1979. Ia juga menjadi menteri dalam Gereja Presbyterian Ortodoks sejak 1930 sampai akhir hidupnya pada 1987.

5. Francis A. Schaeffer (1912  - 1984) 

biokristi.sabda.org

        Francis Schaeffer adalah seorang teolog Kristen Amerika, Filsuf dan pendeta Presbiterian. Schaeffer paling terkenal karena tulisan-tulisan dan komunitas L’Abri Community di Swiss yang didirikannya. Schaeffer menentang teologi liberal. Schaeffer menyatakan iman Kristen yang injili dan fundamental dalam berapologetika Kristen untuk menjawab berbagai pernyataan pada perkembangan zaman. 

6. Henry Madison Morris (1918 - 2006) 

en.wikipedia.org

        Henry Morris adalah seorang kreasionis dan apologetik Kristen berasal dari Amerika. Ia adalah salah seorang pendiri Creation Research Society dan Insitute for Creation Reserach [ www.icr.org ] yang membela kebenaran Alkitab terhadap evolusi. Henry M. Morris adalah tokoh Kristen yang berada di garis terdepan menentang evolusi. Morris menyatakan bahwa proses penciptaan Tuhan selalu dihadapkan dengan “iman” evolusi. Dan keyakinan evolusi harus diwaspadai dalam proses pendidikan. Karya-karya Henry Morris antara lain mengenai penciptaan dan evolusi : The Long War Against God (1989), God and the Nations (2002), The Biblical Basis for Modern Science (2002), dan Biblical Creationism (2003).








Senin, 29 Maret 2021

Tokoh-Tokoh Filsafat Pendidikan Kristen Part 1

Tokoh-Tokoh Filsafat Pendidikan Kristen Part 1

    Filsafat Pendidikan Kristen bersumber dari Firman Tuhan dan dipertegas oleh ajaran-ajaran Rasul Paulus dalam Alkitab, Agustinus, Thomas Aquinas, serta tokoh-tokoh reformasi seperti John Calvin dan tokoh kristen lainnya. Berikut tokoh-tokoh yang penting dalam pendidikan Agama Kristen Part 1.

1. John Calvin (1509-1564) 

http://photos.com/Jupiterimages

    John Calvin lahir di Perancis dan merupakan salah tokoh reformasi Kristen. Ia adalah teolog besar yang banyak mengemukakan doktrin teologi. Dalam bidang pendidikan terkait pemikiran Sense of Divine, Calvin menyatakan bahwa manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah dan memiliki kesadaran transendensi. 

2. Abraham Kuyper (1897-1920) 

reformationart.com

    Kuyper adalah seorang teolog, pemikir, dan perdana menteri Belanda 1901 – 1905. Salah satu pemikirannya adalah presumptive regeneration, sebuah ide yang mengasumsikan kelahiran baru anak-anak berdasarkan keyakinan orang tuanya. Gagasan penting lainnya adalah antitesis, jurang antara dunia sesat dalam dosa dan gereja yang diselamatkan, yang dapat menjadikan orang-orang Kristen berkiprah dalam partai politik, sistem sekolah, dan serikat kerja mereka sendiri serta doktrin anugerah bagi seluruh umat manusia (common grace).

3. Herman Dooyeweerd (1894 – 1977) 

Geni.com

    Herman Dooyeweerd adalah sarjana Hukum Belanda yang terpanggil menjadi seorang filsuf dan membangun ide filsafat cosmonomic. Dooyeweerd berusaha menggambarkan realitas sebagai ciptaan Allah, yang maknanya berasal dari Allah. Pengertian yang diberikan Tuhan ditampilkan dalam semua aspek realitas duniawi dan memiliki implikasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan bahwa realitas ciptaan Tuhan memerlukan filsafat yang konsisten dari perspektif Kristen.

4. Dirk Hendrik Theodoor Vollenhoven (1892 – 1978) 

en.wikipedia.org

    Dirk Vollenhoven dan rekannya Herman Dooyeweerd adalah generasi pertama filsuf reformasinal, sebuah gerakan intelektual filsafat. Pandangan filsafat Vollenhoven menggunakan pendekatan sistematis theistis sebagai kerangka kritis untuk memahami dan mengevaluasi pemikiran filosofis orang lain. Vollenhoven melengkapi studi klasik tentang filsafat secara historis agar bermakna dan berciri khas Kristen.

5. Herman Bavinck (1854 – 1921) 

en.wikipedia.org

    Bavinck adalah seorang filsuf, rohaniawan, dan teolog Belanda. Bavinck adalah dosen teologi pertama yang diundang oleh Kuyper untuk membantu Vrije University yang baru didirikan oleh Abraham Kuyper. Vrije University menjadi benteng ajaran Kristen reformasi untuk menghadapi berbagai bidang pemikiran. Herman Bavinck menyatakan hubungan antara hakikat dan anugerah dalam kesatuan integral yang tidak terpisahkan, hal yang dibandingkan dengan dualistik dalam “Graces Restores Nature”. Bavinck berpendapat bahwa faktor integrasi merupakan kepribadian dasar untuk mencapai kesatuan manusia antara dua hakikat yang berbeda.






Senin, 08 Februari 2021

Titik Berangkat Pendidikan Agama Kristen

Titik Berangkat Pendidikan Agama Kristen

1. Realitas Ciptaan Allah

    Karya penciptaan TUHAN Allah sangat penting, seperti pada Kej. 1:1, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Pernyataan ini adalah menegaskan bahwa karya penciptaan TUHAN ALLAH berasal dari diri-Nya sendiri dalam kedaulatan Kasih dan anugerah-Nya.[1] Berbeda dengan pendidikan Sekuler yang menolak dan mengabaikan bahwa manusia diciptakan untuk bertanggung jawab kepada Allah serta dosa bukanlah pelanggaran.[2] Sangat berantitesis pula dengan teori evolusi yang menyatakan manusia berasal dari kemiripan makhluk mamalia lainnya (Monyet).[3]

2. Mandat Penciptaan

    Mulai dari Bapa Gereja, Agustinus sampai tokoh reformis seperti John Calvin, menegaskan bahwa pengenalan manusia akan dirinya tidak dipisahkan dari pengenalan akan Allah. Firman Tuhan menyatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej. 1:26).[4] Van Til sangat tegas mengatakan bahwa konsep penciptaan ini sangat dasar. Konsep penciptaan sendiri berhubungan langsung dengan diri kita, alam semesta yang nampak, dan Allah Tritunggal sendiri.[5]

3. Mandat Budaya

   Mandat budaya dinyatakan dalam Kej. 1:28. Dalam kedudukan yang unik dan keterbatasannya, manusia ditempatkan Tuhan sebagai wakil-Nya dalam dunia penciptaan. Dalam melaksanakan tugas dan usahanya, manusia harus mengakui kedaulatan Tuhan. Tanpa Tuhan, panggilan mandat budaya, iman, dan kerohanian akan sia-sia. Bahkan aspek kehidupan manusia.[6]
    Dimana mandat budaya bukan saja bagaimana membawakan prinsip-prinsip Firman untuk menerangi dunia. Tetapi juga harus memahami filsafat dan semangat zaman sehingga kita bisa berperang tidak hanya “esensi” atau worldview dan juga “fenomena” atau kehidupan.[7]

4. Perjanjian (Covenant)

    Perjanjian antara Allah dengan umat pilihannya (covenant theology), dalam hal pemahaman mengajarkan kebenaran (segala kebenaran adalah kebenaran Allah). Seperti di dalam Alkitab, bahwa Allah menemui Abraham. (Kej. 18:19). Jalan perjanjian bagi Abraham adalah apabila ia taat mengajarkan kepada anak-anaknya mengenai jalan Tuhan, Tuhan akan memberikan janji berkat-Nya kepadanya dan keturunannya. Seperti perintah Allah dalam Amsal 22:6 “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.[8]

5. Amanat Agung

    Amanat Agung merupakan amanat yang disampaikan Tuhan Yesus kepada murid-muridnya, dan juga semua orang yang percaya (Matius 28: 19 - 20). Di sini adalah pentingnya mandat penginjilan dan pengajaran menjadi satu kesatuan. Amanat agung mengandung perintah “Jadikanlah semua bangsa murid-Ku” yang dimulai dari pergi, baptis, dan ajarlah. Serta perintah “Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu” kalimat ini mengandung perintah untuk mengajar anak-anak Tuhan melakukan perintah Tuhan.[9]




Pendidikan Agama Kristen

Pendidikan Agama Kristen

Pengertian dan Arti Pendidikan Agama Kristen

1. Pengertian Pendidikan Agama Kristen

    Pendidikan Agama Kristen adalah pendidikan yang berpusat pada Allah, suatu implikasi dalam interpretasi kasih Allah. Pendidikan Agama Kristen menggunakan filsafat teistis yang berlandasan pada firman Allah dan jelas berbeda dengan filsafat sekuler. Pendidikan Kristen diperuntukkan untuk melatih mereka dalam kehidupan yang taat sehingga mereka dapat memenuhi  tujuan Tuhan bagi keseluruhan hidup.[1]
      Dasar dari Pendidikan Agama Kristen adalah Alkitab. Alkitab adalah pendoman dalam memikirkan, merencanakan, dan mengelola program-program Pengajaran Agama Kristen.[2] Alkitab adalah Firman Allah karena seluruh bagiannya telah diwahyukan dan diinspirasikan oleh Allah. Otoritas Alkitab adalah suatu fakta yang obyektif dan permanen yang terletak pada kualitas inspirasi.[3]
Alkitab adalah titik awal dari semua bidang studi (2 Timotius 3:16-17). Alkitab berotoritas mutlak. Hanya Alkitab merupakan standar untuk mengevaluasi, dan memahami segala sesuatu yang lain. Alkitab berdiri sebagai hakim dari segala sesuatu.[4]

2. Arti Penting Pendidikan Agama Kristen di Tengah Dunia

    Pendidikan Agama kristen sangat berbeda dan berantitesis terhadap pendidikan sekuler pada umumnya. Dasar pendidikan sekuler adalah filsafat, sedangkan dasar Pendidikan Kristen adalah Alkitab.
    Pendidikan (menurut sekuler) adalah bimbingan secara sadar dari pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didik menuju terbentuknya manusia yang memiliki kepribadian yang utama dan ideal. Kepribadian utama atau ideal adalah kepribadian yang memiliki standar moral dan sikap mental secara teguh yang sungguh-sungguh memegang prinsip-prinsip nilai (filsafat).[5] Dasar dari pendidikan umum adalah filsafat sekuler yang tidak mengungkapkan Tuhan itu sendiri.
    Pendidikan Agama Kristen sangat berbeda dengan pendidikan yang ada di dunia. Pendidikan dunia mendasari pada hal yang bukan Allah, yaitu terhadap alam semesta dan realitas yang ada. Tetapi berbeda dengan pendidikan Kristen yang mendasarinya kepada Allah.[6]








Rabu, 25 November 2020

Hubungan antara Roh Kudus dengan Allah Bapa dan Allah Anak

Hubungan antara Roh Kudus dengan Allah Bapa dan Allah Anak

   Jika Anak diperanakan secara kekal oleh Bapa, maka Roh Kudus keluar secara kekal dari Bapa dan Anak. Biasanya ini disebut dengan eternal procession, yaitu “penghembusan,” yang dalam bahasa inggris disebut spiration atau outbreathing.[1] Herman Bavinck menulis dalam bukunya bahwa Roh Kudus keluar dari Allah Bapa dan Anak. Dikatakan bahwa Roh yang diberikan oleh Allah atau Kristus (Bil. 11:29; Neh. 9:20; Yes 42:1; Yeh 36:27; Yoh 3:34; 1 Yoh 3:24; 4:13), dikirim atau diutus (Maz. 104:30; Yoh. 14:26; 15:26; 16:7; Gal. 4:6; Why. 5:6), dicurahkan (Yes. 32:15; 44:3; Yoel 2:28-29; Zak. 12:10; Kis. 2:17-18), turun dari Allah (Mat. 3:16), ditaruh di tengah-tengah Israel (Yes. 63:11; Hag. 2:5), atau ditaruh atas seseorang (Mat. 12:18), atau dihembuskan kepada orang-orang (Yoh. 20:22), dan seterusnya.[2]

   Charles Hodge menulis bagaimana relasi/hubungan antara Roh Kudus dengan kedua Pribadi Ilahi lainnya secara sederhana dalam 4 alasan, antara lain:

  1.  Roh Kudus memiliki substansi yang sama dan setara dalam Keilahian dan kemuliaan.
  2. Ia berada di dalam Bapa dan Anak, sehubungan dengan cara hidup dan operasi-Nya, sebagaimana Ia dikatakan oleh Bapa dan Anak; Dia diutus oleh Bapa dan Anak, serta Bapa dan Anak berkarya melalui Dia.
  3. Dia memiliki hubungan yang sama dengan Bapa seperti dengan Anak; sebagaimana Dia dikatakan sebagai salah satu dari yang lain, dan Dia dicurahkan oleh Anak dan Bapa.
  4. Hubungan kekal-Nya dengan Pribadi-pribadi lain dalam Tritunggal ditunjukkan oleh sabda Roh, dengan dikatakan bahwa Dia adalah ἐκ τοῖ θεοῦ, (ad extra) keluar dari Allah, yaitu Tuhan sang Sumber dari mana Roh membimbing umat tebusan Allah.[3]

   Dengan indah Bavinck membahas mengenai relasi Roh Kudus dengan Bapa dan Anak. Sebagaimana Kristus dihubungkan kepada Bapa, maka Roh Kudus dihubungkan kepada Kristus. Sama seperti Kristus tidak melakukan apa-apa dan tidak mengatakan mengenai diri-Nya sendiri, namun menerima segala sesuatu dari Bapa (Yoh. 5:26; 16:15). Maka demikian juga Roh Kudus menerima segala sesuatu dari Kristus (Yoh. 16:13-14). Anak menyaksikan dan mempermuliakan Bapa (Yoh. 1:18; 17:4, 6), demikianlah juga Roh Kudus yang menyaksikan dan mempermuliakan Anak (Yoh. 15:26; 16:14). Sebagaimanapun seseorang tidak dapat datang kepada Bapa tanpa Anak (Mat. 11:27; Yoh. 14:6), demikian tak seorangpun dapat datang kepada Tuhan Yesus tanpa Roh Kudus (1 Kor 12:3). [4]

 



Referensi :

[1] Muriwali Yanto Matalu,  2017,  Dogmatika Kristen,  Malang : GKKR,  Hlm. 577

[2] Herman Bavinck, 2011, Reformed Dogmatics Abdridged in One Volume,  Grand Rapids, Michigan : Baker Academic,  Hlm. 222. Dapat dipelajari lebih lanjut dalam Reformed Dogmatics volume 2 : God and Creation karya Herman Bavinck. 

[3] Charles Hodge,   2005,  Systematic Theology - Volume I, Grand Rapids, Michigan : Christian Classics Ethereal Library,   Hlm. 396

[4] Herman Bavinck,  2004,  Reformed Dogmatics Vol.2 : God and Creation,  Grand Rapids, Michigan : Baker Academic,  Hlm. 360-361